Tampilkan postingan dengan label puisi ketuhanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi ketuhanan. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Mei 2011

Doa Seorang Ayah

Tuhanku…
Bentuklah puteraku menjadi manusia yang cukup kuat untuk mengetahui kelemahannya.
Dan, berani menghadapi dirinya sendiri saat dalam ketakutan. Manusia yang bangga dan tabah dalam kekalahan.
Tetap Jujur dan rendah hati dalam kemenangan.

Bentuklah puteraku menjadi manusia yang berhasrat mewujudkan cita-citanya dan tidak hanya tenggelam dalam angan-angannya saja.
Seorang Putera yang sadar bahwa mengenal Engkau dan dirinya sendiri adalah landasan segala ilmu pengetahuan.


Tuhanku…
Aku mohon, janganlah pimpin puteraku di jalan yang mudah dan lunak.
Namun, tuntunlah dia di jalan yang penuh hambatan dan godaan, kesulitan dan tantangan.
Biarkan puteraku belajar untuk tetap berdiri di tengah badai dan senantiasa belajar untuk mengasihi mereka yang tidak berdaya.
Ajarilah dia berhati tulus dan bercita-cita tinggi, sanggup memimpin dirinya sendiri, sebelum mempunyai kesempatan untuk memimpin orang lain.
Berikanlah hamba seorang putra yang mengerti makna tawa ceria tanpa melupakan makna tangis duka.
Putera yang berhasrat untuk menggapai masa depan yang cerah namun tak pernah melupakan masa lampau.
Dan, setelah semua menjadi miliknya… Berikan dia cukup Kejenakaan sehingga ia dapat bersikap sungguh-sungguh namun tetap mampu menikmati hidupnya.

Tuhanku…
Berilah ia kerendahan hati… Agar ia ingat akan kesederhanaan dan keagungan yang hakiki…
Pada sumber kearifan, kelemahlembutan, dan kekuatan yang sempurna…
Dan, pada akhirnya bila semua itu terwujud, hamba, ayahnya, dengan berani berkata “hidupku tidaklah sia-sia”

Terimalah Taubat Seorang Hamba



Kupernah miliki teman
Di saat tiada siapa peduli
Ayahanda bonda terlalu asyik mencari rezeki
Acapkali mendesak itu ini
Dialah insan yang paling memahami
Katanya
“Usah fikir-fikir lagi masalah itu,
Lupakan dan teruskan hidupmu. Hidup ini mesti dinikmati”
Bawalah aku olehnya ke dunia itu
Hati yang gundah mula bergelora
Takut untuk mencuba kutepis kerna nafsu
Nasihat orang tua kuganti ajakannya
Bisikan iblis penghasut terus menggoda
Hati yang hitam terus kelam
Akal yang kebelakang terus songsang
Jiwa yang sempit terus terhimpit
aku pembunuh paling kejam
aku penghancur harapan ayah bonda
aku pemusnah iman yang tersisa
aku pelenyap tarbiyah yang sedang dibina
hanya kerana rasa kecewa yang dicipta-cipta
taubat Puisi Ketuhanan : Terimalah Taubatku
Entah bila
Entah bagaimana
Tersedarlah diriku agar menghitung usia yang berlalu
Tidak pula bisa kukira
Berapa lagikah usia yang aku ada
Untuk menggantikan dosa dengan pahala
Aku mulai terjaga
Akulah mangsa tipu daya fatamorgana
Mujurlah ada teman yang sudi
Mengajakku kembali ke fitrah asal
Pintu hidayah telah terbuka
Terimalah taubatku ya ilahi!

Jumat, 15 April 2011

Selalu Ada Rencana Indah untuk Mu

Sang Kuasa selalu punya rencana indah untuk kita umatNya
Sesekali langsung membahagiakan hati…
Terkadang sejenak bertentangan dengan harap
Kau hanya perlu mensyukuri dan merenungi
Usah kau terus mempertanyakan, buang semua logika
Berdoalah senantiasa… dan syukuri baik buruk yang kau rasa
Saat kau berniat baik dan meminta yang terbaik, itulah yang kan Dia beri
Terkadang seketika… seringkali harus lalui hari yang menguji hati
Selalu ada rencana indah untukmu
Walau seringkali kau melupakanNya
Selalu ada rencana indah bagimu
Jika kau terus meminta padaNya